TULANG BAWANG — (PANS) - Lampung, Kebakaran lahan dan semak belukar yang melalap area di sekitar akses Pintu Tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, sempat memicu kekhawatiran para pengguna jalan tol dan warga sekitar. Asap tebal yang membubung berpotensi mengganggu jarak pandang di jalur bebas hambatan. Respons cepat ditunjukkan oleh Sat Brimob Kompi 3 B Batalyon B Pelopor Polda Lampung yang menerjunkan armada Water Cannon untuk mengendalikan kobaran api.
Peristiwa yang terjadi pada area vegetasi kering di tepi jalan tersebut bergerak cepat akibat tiupan angin kencang. Menanggapi situasi yang dapat membahayakan keselamatan berlalu lintas di ruas tol, personel Sat Brimob Kompi 3 B Batalyon B Pelopor bertindak sigap dengan mengerahkan kendaraan taktis penjinak api (Water Cannon) serta armada pendukung ke lokasi kejadian.
Langkah taktis penanganan dilakukan dengan melakukan penyiraman intensif pada titik-titik api utama serta lokalisasi area semak yang terbakar. Penggunaan unit Water Cannon dinilai sangat efektif meredam kobaran api skala besar yang sulit dijangkau dengan peralatan pemadam portabel.
Komandan Kompi 3 B Batalyon B Pelopor Polda Lampung yang di wakili oleh wakil komandan bernama Ipda Sugeng menyampaikan bahwa tindakan cepat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan tanggap darurat guna mencegah dampak kebakaran yang lebih luas, khususnya mengamankan objek vital dan kelancaran arus lalu lintas di Pintu Tol Menggala.
"Prioritas kami adalah memastikan api tidak meluas ke pemukiman atau area operasional tol, serta mengeliminasi bahaya asap pekat yang dapat mengganggu jarak pandang para pengemudi," ujarnya di lokasi kejadian"ungkap Sugeng
Proses pemadaman juga melibatkan koordinasi dengan pihak pengelola jalan tol, aparat kepolisian kewilayahan, serta petugas pemadam kebakaran setempat. Selain fokus memadamkan api, personel Brimob dan petugas lalu lintas turut melakukan pengamanan serta pengaturan arus kendaraan di sekitar gerbang tol untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Setelah bergerak intensif selama beberapa jam, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas juga melakukan proses cooling (pendinginan) di area bekas terbakar untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meskipun api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material pada fasilitas tol, kejadian ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada musim kering atau area vegetasi yang lebat.
Pihak kepolisian dan pengelola tol mengimbau seluruh masyarakat serta pengguna jalan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar di sekitar kawasan jalan tol demi menjaga keselamatan bersama. (Red)
